MAGANG 1
Asyitha Anisny
Manajemen kelas berasal dari dua kata yaitu manajemen dan kelas. Manajemen berasal dari kata dalam bahasa inggris management yang berarti mengelola, menjalankan, atau membina. Dalam hal ini manajemen berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif demi mencapai tujuan yang diinginkan. Sedangkan kelas merupakan suatu kesatuan organisasi yang menjadi unit kerja, yang secara dinamis menyelenggarakan berbagai kegiatan belajar mengajar yang kreatif untuk mencapai suatu tujuan. Jadi, Manajemen kelas merupakan usaha yang dilakukan secara sadar untuk mengatur proses pembelajaran agar berjalan secara sistematis. Usaha sadar itu mengarah pada persiapan belajar, penyiapan sarana dan alat peraga, pengaturan ruang belajar, mewujudkan situasi dan kondisi proses pembelajaran, dan pengaturan waktu, sehingga proses pembelajaran berjalan dengan baik dan tujuan kurikulum dapat tercapai.
Arikunto (dalam Novan, 2013:11) berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu usaha yang dilakukan oleh penanggung jawab kegiatan belajar-mengajar atau yang membantu dengan maksud agar dicapainya kondisi yang optimal, sehingga dapat terlaksana kegiatan belajar seperti yang diharapkan. (Djamarah, 2006:13) juga berpendapat bahwa manajemen kelas adalah suatu upaya memberdayagunakan potensi kelas yang ada seoptimal mungkin untuk mendukung proses interaksi edukatif guna mencapai tujuan pembelajaran.
Prinsip-prinsip manajemen kelas yang dikembangkan oleh Djamarah (dalam Karwati, 2015:26) yaitu sebagai berikut.
1. Hangat dan antusias
Fakta di lapangan menunjukkan bahwa semua peserta didik akan senang mengikuti kegiatan belajar di kelas jika gurunya bersikap hangat dan antusias kepada mereka. Hangat dalam konteks manajemen kelas adalah sikap penuh kegembiraan dan penuh kasih sayang terhadap peserta didik. Sementara antusias dalam konteks manajemen kelas adalah sikap bersemangat dalam kegiatan mengajar. Sikap hangat dan antusias dapat dimunculkan apabila seorang guru mau dan mampu menjalin ikatan emosional dengan peserta didik.
2. Tantangan
Setiap peserta didik sangat menyukai beberapa tantangan yang menarik rasa ingin tahunya. Berbagai tantangan dapat dilakukan oleh guru melalui penggunaan kata-kata, tindakan, cara kerja, maupun bahan-bahan pelajaran yang memang dirancang untuk memberikan tantangan kepada peserta didiknya dapat meningkatkan semangat belajar mereka sehingga mengurangi kemungkinan munculnya perilaku yang menyimpang.
3. Bervariasi
Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, variasi gaya mengajar guru
sangatlah dibutuhkan karena dapat menghindari kejenuhan dan kebosanan. Variasi gaya mengajar seperti variasi intonasi suara, gerak anggota badan, mimik wajah, posisi dalam mengajar di kelas, serta dalam hal penggunaan metode dan media pengajaran juga diperlukan.
4. Keluwesan
Keluwesan dalam konteks manajemen kelas merupakan keluwesan perilaku guru untuk mengubah metode mengajar sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan kondisi kelas untuk mencegah kemungkinan munculnya gangguan belajar pada peserta didik serta untuk menciptakan iklim belajar mengajar yang kondusif dan efektif.
5. Penekanan hal yang positif
Penekanan pada hal-hal yang positif yaitu penekanan yang dilakukan guru terhadap perilaku peserta didik yang positif. Penekanan tersebut dapat dilakukan dengan memberikan penguatan positif dan kesadaran guru untuk menghindari kesalahan yang dapat mengganggu jalannya kegiatan belajar- mengajar. Selain komentar positif, pandangan guru yang positif juga sangat penting untuk diperhatikan. Banyak peserta didik merasa percaya diri akan performa dan kemampuan mereka dengan komentar positif yang diberikan guru. Pandangan guru yang positif dapat diartikan sebagai sikap memercayai kepada peserta didiknya.
tujuan dari manajemen kelas secara khusus adalah sebagai berikut.
1. Memudahkan kegiatan belajar bagi peserta didik.
Kelas sebagai lingkungan belajar harus mampu mendukung peserta didik dalam mengembangkan kemampuannya semaksimal mungkin. Maka dari itu, guru dituntut untuk mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan bagi peserta didik agar kegiatan belajar-mengajar
berlangsung dengan kondusif.
2. Mengatasi hambatan-hambatan yang menghalangi terwujudnya interaksi
dalam kegiatan belajar-mengajar.
Dengan manajemen kelas yang baik, berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi belajar-mengajar dapat diatasi dengan mudah.
3. Mengatur berbagai penggunaan fasilitas belajar.
Pada sebuah kelas yang ideal, di dalamnya harus terdapat sarana atau fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran. Itulah sebabnya manajemen kelas diperlukan untuk mengatur penggunaan fasilitas dengan baik sehingga hal tersebut dapat mendukung peserta didik belajar sesuai dengan fasilitas yang ada.
Komentar
Posting Komentar